Kepoah.com – Pernah tidak kamu merasa performa baterai laptop semakin hari semakin payah? Dulu bisa dipakai kerja maupun nonton film berjam-jam tanpa perlu colok charger, sekarang baru satu jam sudah panik mencari stopkontak. Atau yang lebih parah, indikator baterai masih menunjukkan 50% dan tiba-tiba laptop mati total tanpa peringatan. Situasi seperti ini pasti bikin kesal dan mengganggu produktivitas, kan?
Masalah ini biasanya bukan hanya sekedar “baterai boros” tapi bisa jadi pertanda bahwa kesehatan baterai atau battery health-nya sudah menurun drastis. Nah, daripada cuma bisa pasrah dan mengira-ngira, sebenarnya ada beberapa cara cek kesehatan laptop, lho. Yuk, kita bahas sampai tuntas penyebab dan cara mudah untuk melihat ‘rapor” kesehatan baterai laptop Windows-mu di bawah ini!
Penyebab Performa Baterai Laptop Menurun
Sebelum membahas cara mengeceknya, penting untuk tahu dulu penyebab performa baterai laptop menurun seiring berjalannya waktu. Ini bukan “bocor” dalam artian harfiah, melainkan sebuah proses degradasi kimia yang alami dan pasti terjadi di semua jenis baterai lithium ion yang ada di laptop, HP dan gadget lainnya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
Also Read
1. Paparan Panas Berlebih (Overheating)
Panas merupakan musuh nomor satu bagi baterai lithium ion. Suhu yang terlalu tinggi akan mempercepat reaksi kimia di dalam sel baterai dan menyebabkan degradasi terjadi lebih cepat daripada seharusnya. Kebiasaan seperti menggunakan laptop untuk bermain game berat di atas kasur (yang menutup ventilasi udara), meninggalkannya di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari atau bekerja di lingkungan yang panas bisa secara perlahan “membunuh” kesehatan baterai laptop-mu.
2. Siklus Pengisian Daya (Charge Cycles)
Setiap baterai laptop mempunyai usia pakai yang diukur dalam siklus pengisian daya (charge cycles). Satu siklus dihitung di setiap kali kamu menggunakan total 100% daya baterai. Siklus ini tidak harus dalam sekali pakai, misalnya jika hari ini kamu menggunakan 60% lalu mengisinya dan besok menggunakan 40%, maka totalnya terhitung sebagai satu siklus. Sebagian besar baterai laptop dirancang untuk bertahan sekitar 300-500 siklus sebelum kapasitas maksimalnya menurun secara signifikan (biasanya dibawah 80% dari kapasitas aslinya).
3. Kebiasaan Mengisi Daya yang Kurang Tepat
Cara kamu merawat baterai laptop sehari-hari juga berpengaruh. Dua kebiasaan ekstrem yang harus dihindari adalah membiarkan baterai terlalu lama di dalam kondisi 0% atau terus-menerus membiarkannya tercolok di 100%.
Kedua kondisi ini memberikan “stres” pada sel baterai. Aturan praktis terbaik untuk menjaga kesehatan baterai adalah dengan menjaga level dayanya di antara 20% hingga 80%.
Cara Mengecek Kesehatan Baterai Laptop
Kabar baiknya, kamu tidak perlu menggunakan aplikasi yang aneh-aneh atau berbayar untuk bisa melihat kondisi baterai laptopmu. Windows sudah menyediakan fitur “rahasia” yang sangat detail untuk melakukan hal ini. Selain itu, ada juga opsi menggunakan aplikais dari pihak ketiga jika kamu menginginkan tampilan yang lebih simple dan real time. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
1. Cek Melalui Pengaturan Baterai
Di Windows 10 dan Windows 11, kamu bisa membuka Settings > System > Power & Battery untuk melihat penggunaan baterai. Meski tidak sedetail laporan PowerShell, fitur ini bisa membantu memantau konsumsi daya dan aplikasi yang paling banyak menggunakan baterai.
2. Menggunakan Software Tambahan
Ada banyak aplikasi pihak ketiga seperti BatteryInfoView, HWMonitor atau MWinNFO yang bisa memberikan data lebih detail. Informasi yang ditampilkan biasanya mencakup kapasitas baterai saat ini, jumlah siklus pengisian dan suhu baterai.
3. Memperhatikan Tanda-Tanda Fisik
Selain melalui software, kamu juga bisa memeriksa tanda-tanda fisik. Baterai laptop yang mulai rusak biasanya akan menunjukkan gejala-gejala cepat habis meski baru diisi penuh, pengisian stabil atau bahkan bagian casing laptop terasa menggembung.
Tips agar Baterai Laptop Tahan Lama
Ada juga beberapa tips agar baterai laptop kamu bisa tahan lama, yaitu:
- Jangan membiarkan baterai benar-benar habis hingga 0% terlalu sering.
- Menjaga suhu tetap dingin dengan ventilasi yang baik, karena panas berlebih bisa mempercepat kerusakan baterai.
- Menggunakan mode hemat daya ketika tidak menjalankan aplikasi berat.
- Menghindari menggunakan laptop sembari terus terhubung dengan charger sepanjang waktu.
Mengecek kesehatan baterai merupakan langkah penting agar perangkat tetap awet dan nyaman digunakan. Dengan memanfaatkan beberapa fitur bawaan Windows, software pihak ketiga dan memperhatikan tanda-tanda fisik, kamu bisa mengetahui kondisi baterai lebih akurat. Jangan lupa menerapkan kebiasaan penggunaan yang baik untuk memperpanjang umur baterai. Semoga membantu dan bermanfaat!












