Kepoah.com – Dua raksasa teknologi dunia, Apple dan Google memang sudah lama bersaing dalam menghadirkan sistem operasi mobile terbaik. Apple hadir dengan iOS yang hanya digunakan secara eksklusif di perangkat iPhone, sedangkan Android milik Google digunakan oleh berbagai merek smartphone populer seperti Samsung, Xiaomi, Oppo dan Vivo.
Baik iOS atau Android sama-sama menawarkan pengalaman penggunaan yang berbeda, mulai dari tampilan fleksibilitas hingga integrasi layanan. Namun, ada satu aspek yang sering menjadi pertimbangan utama bagi banyak pengguna yaitu keamanan.
Dalam berbagai forum diskusi teknologi, tidak sedikit yang menyebut bahwa iPhone jauh lebih unggul perihal keamanan dibandingkan Android. Banyak yang percaya bahwa sistem operasi iOS bisa memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap data pengguna.
Also Read
Lalu, apakah anggapan tersebut benar? Apa yang membuat HP iPhone dinilai lebih aman dibandingkan perangkat Android? Yuk, simak ulasan di bawah ini sampai dengan selesai.
Alasan Kenapa iPhone Lebih Aman dari Android
iPhone lebih aman dibandingkan dengan Android karena beberapa faktor penting, seperti ekosistem yang tertutup, pembaruan sistem yang cepat dan seragam, kontrol ketat di aplikasi dan adanya teknologi keamanan biometrik Face ID yang lebih baik. Berikut adalah tujuh alasan utama kenapa iPhone lebih aman dibandingkan Android:
1. Sistem Tertutup
Salah satu alasan utama kenapa iPhone lebih unggul dalam hal keamanan adalah pendekatan Apple terhadap sistem operasinya yang sangat tertutup. Apple tidak hanya merancang perangkat keras seperti iPhone, tapi juga mengembangkan sistem operasinya sendiri, mengelola distribusi aplikasi melalui App Store dan mengatur pembaruan sistem secara langsung.
Kombinasi kontrol penuh ini memungkinkan Apple untuk menjaga keamanan dari setiap titik, mulai dari perangkat hingga layanan di dalamnya. Tidak seperti Android yang memperbolehkan para penggunanya menginstall aplikasi dari sumber luar, iOS membatasi pemasangan aplikasi hanya dari App Store resmi, kecuali pengguna melakukan jailbreak yang justru membuka celah keamanan.
Metode kali ini membuat resiko terpapar malware atau aplikasi berbahaya menjadi jauh lebih kecil. Selain itu, iPhone tidak dibebani oleh aplikasi pihak ketiga atau bloatware dari operator seperti banyak terjadi di perangkat Android yang justru bisa menjadi titik lemah di dalam sistem.
2. Seleksi Ketat di App Store yang Menekan Ancaman
Keamanan iPhone juga diperkuat melalui sistem distribusi aplikasi yang sangat terakurasi. Apple mempunyai proses seleksi yang ketat terhadap aplikasi yang ingin dipublikasikan di App Store.
Setiap aplikasi akan melewati pemeriksaan kode, keamanan jaringan dan kebijakan privasi sebelum disetujui. Dengan cara ini, potensi malware atau aplikasi dengan niat buruk bisa dicegah sejak awal.
Salah satu contohnya adalah kebijakan App Tracking Transparency (ATT) yang diperkenalkan di iOS 14,5, dimana aplikasi harus meminta izin secara eksplisit sebelum melacak aktivitas pengguna di platform lain. Ini memberikan kontrol penuh kepada para pengguna terhadap pribadi mereka.
Di sisi lain, meski Google Play Store juga mempunyai sistem penyaringan, tidak jarang ditemukan aplikasi berbahaya yang lolos dan baru ditarik setelah banyak pengguna menjadi korban. Artinya, Apple lebih proaktif dan preventif dibandingkan Android.
3. Perlindungan Data Melalui Isolasi Aplikasi
Setiap aplikasi di iOS berjalan dalam lingkungan yang sepenuhnya terisolasi atau disebut sandbox. Ini berarti satu aplikasi tidak bisa sembarangan mengakses data dari aplikasi lain atau melakukan perubahan pada sistem tanpa izin eksplisit dari sistem operasi.
Isolasi ini menjadi lapisan keamanan tambahan yang sangat efektif dalam mencegah pencurian data antar aplikasi. Bahkan jika sebuah aplikasi ternyata berbahaya, dampaknya akan dibatasi hanya di ruang lingkup aplikasi itu sendiri.
Sebaliknya, di Android meski ada sistem izin akses, pengguna seringkali bingung atau asal mengizinkan tanpa menyadari resikonya. Selain itu, versi Android lebih lama dan yang masih banyak digunakan saat ini mempunyai sistem sandboxing yang tidak seketat iOS sehingga lebih rentan terhadap eksploitasi. Oleh karena itu, iOS menawarkan sistem kontrol internal yang jauh lebih kuat untuk mencegah kebocoran data.
4. Pembaruan Software yang Cepat dan Konsisten
Alasan kuat lainnya ada di bagaimana Apple dan Android menangani pembaruan sistem. Di perangkat iPhone, setiap kali versi iOS terbaru dirilis mendapatkan akses pembaruan secara serentak. Ini penting karena pembaruan tidak hanya membawa fitur baru tapi juga memperbaiki celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh peretas.
Sebagai contoh ketika iOS 14 diluncurkan, lebih dari 90% pengguna iPhone sudah melakukan pembaruan dalam waktu kurang dari enam bulan. Di sisi lain, sistem Android harus melewati banyak tahapan, mulai dari Google, lalu ke produsen sosial dan akhirnya ke pengguna.
Proses yang kompleks ini menyebabkan banyak perangkat Android, terutama di kelas menengah kebawah mengalami lemot atau bahkan tidak pernah menerima pembaruan penting. Tanpa update keamanan rutin, resiko terhadap serangan siber juga meningkat.
5. Teknologi Face ID yang Lebih Aman dan Canggih
Pengenalan wajah sudah menjadi fitur umum di banyak ponsel modern, termasuk Android dan iPhone. Namun, kualitas dan tingkat keamanannya berbeda jauh.
Di banyak perangkat Android, sistem face unlock masih menggunakan kamera depan biasa untuk mengenali wajah pengguna yang berarti masih tertipu oleh foto maupun video. Apple, melalui Face ID menggunakan teknologi pemindaian wajah 3D dengan sensor inframerah yang bisa mengenali struktur kedalaman wajah secara akurat.
Bahkan, sistem ini tetap efektif ketika kamu menggunakan masker atau kacamata. Selain itu Face iD didukung oleh chip keamanan khusus bernama Secure Enclave yang menyimpan data biometrik secara terpisah dari sistem utama dan tidak pernah dikirim ke server Apple. Ini menjadikan pengenalan wajah di iPhone tidak hanya lebih presisi tapi juga lebih aman dari pencurian data.
Itulah dia lima alasan kenapa iPhone lebih aman daripada Android. Semoga adanya penjelasan di atas bisa membantu kamu dalam menentukan pilihan ponsel kesayangan, ya.












