Kepoah.com – Leica dan ZEISS sama-sama mempunyai nama besar di dunia optik dan sekarang keduanya hadir di kamera ponsel kelas atas. Kolaborasi ini bukan hanya sekedar tempel logo, melainkan menyentuh tuning warna, optik dan fitur potret yang membentuk karakter foto. Kalau kamu sering melihat hasil jepretan dari HP Xiaomi Ultra atau vivo X100 Pro, beda “rasa” di antara keduanya biasanya langsung terasa. Yuk. simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Perbedaan Kamera Leica dan ZEISS
Berikut adalah beberapa perbedaan dari kamera Leica dan ZEISS di ponsel yang harus kamu ketahui:
1. Optik dan Coating Beda
Leica dan mitranya biasanya menekankan lensa berlabel Summilux/Summicron di HP, dengan karakter kontras tinggi dan mikro kontras yang sangat kuat. Sedangkan ZEISS terkenal dengan lapisan ZEISS T* yang agresif untuk menekankan pantulan dan ghosting, sehingga kontras tetap terjaga saat memotret sumber cahaya langsung. Dalam praktiknya, ponsel ZEISS sering menghasilkan foto malam yang lebih bersih dari flare acak dan terutama pada lampu titik.
Also Read
Sebaliknya, flare tipis dan glow halus di ponsel Leica memberi nuansa atmosfer yang khas. Perbedaan ini akan terasa lebih jelas ketika kamu memotret neon, lampu jalan maupun matahari rendah di golden hour. Jadi, ketika kamu sensitif terhadap flare dan ingin hasil yang klinis, ZEISS lebih aman sedangkan LEICA terkadang memberi “rasa” optik yang lebih ekspresif.
2. Karakter Warna Leica Cenderung Artistik, Sedangkan ZEISS Condong Natural
Leica di ponsel biasanya menawarkan dua profil warna utama, Leica Authentic dan Leica Vibrant. Authentic condong ke warna yang lebih lembut, kontras, sinematik dan butir halus yang terasa seperti film. Vibrant lebih hidup dengan saturasi sedikit naik, sehingga cocok untuk foto makanan maupun lanskap yang ingin tampak pop.
ZEISS di sisi lain mendorong akurasi melalui ZEISS Natural Color yang berfokus pada tone kulit dan warna lingkungan yang stabil di berbagai cahaya. Hasilnya, foto dari ponsel berlabel ZEISS cenderung lebih netral, mudah untuk di edit lebih lanjut tanpa harus menurunkan saturasi maupun kontras. Apabila kamu suka foto yang sudah jadi dari kamera, Leica terasa lebih artistik, sedangkan ZEISS enak untuk mereka yang ingin kontrol penuh di tahap editing.
3. Pemrosesan Detail ZEISS Lebih Bersih
Leica di banyak ponsel cenderung menahan sharpening berlebihan dan membiarkan tekstur halus tetap terlihat, sehingga ada kesan grain yang menyenangkan. Ini membuat detail daun, kain maupun kulit terlihat lebih organik tanpa tepi bergerigi yang mengganggu. ZEISS biasanya memprioritaskan kebersihan gambar melalui reduksi noise yang rapi dan rendering detail yang lebih klinis, terutama di ISO tinggi.
Hasilnya, foto di malam hari dari ponsel ZEISS sering tampak bersih dan konsisten meski kadang terasa sedikit lebih halus di tekstur tertentu. Perbedaan pendekatan ini kembali ke filosofi Leica yang mengejar karakter dan rasa, sedangkan ZEISS menonjolkan presisi dan keterukuran. Kamu bisa memilih sesuai dengan preferensi, apakah ingin detail yang lebih hidup ala-ala Leica atau ketajaman yang terkendali dan bersih ala ZEISS.
4. Mode Potret dan Bokeh Mempunyai Khas Masing-Masing
Di perangkat Leica, mode potret biasanya menawarkan pilihan focal length khas Leica seperti 35mm, 50mm, 75mm, hingga 90mm beserta profil bokeh dan tone khusus. Render wajah cenderung mempunyai mikro kontras dan transisi highlight yang tegas, dengan pilihan filter Leica Looks termasuk opsi monokrom berkontras tinggi. Di HP ZEISS, kamu akan menemukan ZEISS Style Portrait sebesar Biotar, Sonnar, Planar dan Distagon yang meniru karakter boleh lensa klasik mereka.
Misalnya, Biotar bisa memberi swirly bokeh khas di latar belakang sedangkan Planar lebih natural untuk potret yang rapi. Perbedaan selera ini membuat hasil potret Leica terasa editorial dan bold, sedangkan ZEISS menawarkan opsi estetika yang luas dari dramatis sampai natural. Kalau kamu sering memotret orang lain dan ingin karakter bokeh tertentu, paket ZEISS Style Portrait sangat variatif, sedangkan Leica unggul di tone dan mood portret yang konsisten.
5. Pengalaman Aplikasi dan Ekosistem Berbeda di Setiap Merk
Saat ini, kolaborasi Leica lebih banyak dijumpai pada lini flagship Xiaomi, sedangkan ZEISS erat dengan seri Vivo X yang fokus fotografi. Di Xiaomi ber-Leica, kamu bisa dua mode warna utama (Authentic/Vibrant), kumpulan filter Leica dan opsi focal length potret yang hampir mirip dengan pengalaman rangefinder. Di video dengan kamera ZEISS, ada ZEISS Natural Color, ZEISS T* untuk optik dan fitur video seperti ZEISS Cinematic Video bokeh dan efek flare sinematik.
Perbedaan ekosistem ini membuat Leica terasa sama seperti kamera kreatif yang siap kasih mood, sedangkan ZEISS seperti tool presisi untuk dokumentasi yang akurat. Tetap harus diingat, kualitas akhir sangat bergantung pada sensor ISP dan stabilisasi setiap ponsel. Jadi, hasil bisa berbeda-beda antar model meski sama-sama berlabel Leica maupun ZEISS. Perbedaan kamera Leica dan ZEISS di ponsel ada di hasil akhirnya. Leica cenderung menghasilkan foto artistik dengan mood kuat, sedangkan ZEISS fokus pada warna natural. Jadi, pilih sesuai dengan selera mau langsung jadi ala Leica maupun fleksibel untuk diedit ala ZEISS? Semoga penjelasan di atas bisa membantu kamu dalam menentukan pilihan, ya.












